BANDAR LAMPUNG (Lampost): Lembaga Penelitian Unila akan mengajukan hasil penemuan mahasiswa Teknik Elektro Unila untuk mendapatkan hak paten dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham).
Langkah untuk terus maju ini ditegaskan Sekretaris Lembaga Penelitian Unila Admi Syarif kepada Lampung Post di ruang kerjanya Lantai V Gedung Rektorat Unila, Kamis (14-1).
"Kami telah melakukan browsing di internet. Berdasarkan perbandingan alat voting otomatis yang telah ada, ternyata e-vote dari teknik elektro memiliki unsur kebaruan," kata dia.
Unsur kebaruan itu, kata dia, terletak pada proses penyimpanan data digital ke dalam cip menggunakan format e-prom di dalam microcontroller ATMega 8535. Kata dia, konsep alat ini jauh berbeda dari alat serupa yang diproduksi di India ataupun di Amerika.
"Denga penyimpanan di dalam memori cip menggunakan e-prom sehingga data yang telah disimpan tidak dapat diutak-atik, diintervensi atau dimanipulasi oleh pihak tertentu," kata dia.
Ia mengatakan prototipe e-vote seri pertama ini akan terus disempurnakan dan akan diujicobakan di internal dan luar kampus. "Rencananya akan kami coba dalam pemilihan raya lembaga-lembaga kemahasiswaan yang ada di Unila," kata dia.
Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unila agar alat ini juga digunakan pada pilkada di beberapa daerah di Lampung sebagai alat voting dengan menggunakan beberapa TPS sebagai proyek percontohan.
"Sebagai saintis, tentunya kami tidak berbicara masalah legal formal dalam pemilu atau pilkada. Biarkan ini menjadi urusan yang berwenang pemegang kebijakan," kata dia.
Menurut dia, tugas Unila sebagai perguruan tinggi dan tugas ilmuwan adalah mengupayakan terciptanya teknologi sederhana yang dapat mengatasi masalah atau kendala di lapangan.
"E-vote dapat menghemat waktu, biaya, tenaga kerja dan meningkatkan sisi keamanan data, memiliki konsep paper less dan dapat dipakai terus-menerus, sebagai investasi murah jangka panjang," kata dia.
| < Prev |
|---|

Comments